Manifestasi hidden curriculum dalam pendidikan agama islam
DOI:
https://doi.org/10.30863/ekspose.v19i1.769Keywords:
Manifestation, Hidden Curriculum, Islamic educationAbstract
The discussion in this paper is motivated by the ideality of the objectives of Islamic education which have been formulated formally in the curriculum sometimes are not in accordance with the reality that occurs in the learning process. This is the caused by various factors that affect learning outcomes outside the curriculum formulation that has been planned. The accumulation of various factors is called hidden curriculum. It exists as a side product of the of Islamic education that is not planned nor programmed in the formal curriculum. Hidden curriculum of Islamic education is formulated through the the clear and strict regulation or policies that support the achievement of objectives, and are carried out routinely or continuously. It is supported by structuring management of school organizations and harmonization of interactions between school members, as well as policies that support effective learning.
Pembahasan dalam tulisan ini dilatar belakangi oleh idealitas tujuan pendidikan agama Islam yang telah dirumuskan dalam kurikulum secara formal terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Hal ini Adanya berbagai faktor yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran di luar rumusan kurikulum yang telah direncanakan. Akumulasi dari berbagai faktor tersebut disebut hidden curriculum. Lahiir sebagai hasil sampingan praktek pendidikan agama Islam yang tidak direncanakan dan tidak deprogram dalam kurikulum secara formal. Hidden curriculum pendidikan agama Islam diformulasi melalui rumusan rules atau aturan yang jelas dan tegas, regulations atau kebijakan yang menunjang tercapainya tujuan, dan dijalankan secara routines atau kontinyu. Ditunjang dengan penataan manajemen organisasi sekolah dan harmonisasi intraksi antar warga sekolah, serta kebijakan yang menopang terlaksananya pembelajaran secara efektif.
References
Agama, D. (2017). Al-Quran dan Terjemahnya. Danakarya.
Caswita, C. (2019). Kurikulum tersembunyi dalam pembelajaran pendidikan agama islam. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 17(3).
Faridah, A. (2015). Membangun karakter melalui the hidden curriculum. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 9(2), 107–115.
Hamdi, M. M. (2017). Konsep Pengembangan Kurikulum. Intizam, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 1–13.
Hidayat, R. (2011). Pengantar sosiologi kurikulum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Ibrahim, R. (2012). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Mustaghfiroh, H., & Mustaqim, M. (2014). Hidden curriculum dalam pembelajaran PAI. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9(1).
Rosyada, D. (2016). Paradigma pendidikan demokratis. Kencana Penada Media Group.
Rukajat, A. (2018). Manajemen pembelajaran. Deepublish.
Sabriadi, A. R. (2011). Pengembangan kurikulum muatan lokal baca tulis Al-Qurán (BTQ): Studi kasus pada MTs al-Junaidiyah Watampone [PhD Thesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Sanjaya, W. (2008). Kurikulum Dan Pembelajaran (Teori & Praktek KTSP). Kencana.
Sukiman, S. (2015). Pengembangan kurikulum perguruan tinggi. PT Remaja Rosdakarya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.Â
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





