Peran Bimbingan Konseling Islam Mengatasi Kecanduan Game Online

Ardi Ardi* -  , Indonesia

DOI : 10.30863/ekspose.v18i1.370

Abstrak

Bimbingan dan konseling Islami merupakan kegiatan proses bantuan yang diberikan kepada individu dalam memahami dirinya sendiri untuk menjalani tahap perkembangan menjadi manusia seutuhnya sebagaimana potensi yang dimilikinya sesuai petunjuk Allah dan sunnah Rasul. Terlihat sangat jelas bahwa bimbingan dan konseling Islami adalah proses bimbingan dan konseling yang berorientasi pada ketentraman, ketenangan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Pencapaian rasa tentram (sakinah) itu tercapai melalui upaya pendekatan diri kepada Allah untuk memperoleh perlindungan-Nya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bimbingan dan konseling Islami mengandung aspek spiritual dan dimensi material. Salah satu tantangan di era revolusi industri 4.0 adalah kemajuan teknologi terutama TIK dengan munculnya smartphone. Kemajuan teknologi ini di satu sisi membantu dalam dunia pendidikan misalnya memudahkan siswa dan guru mendapatkan referensi pembelajaran dan penggunaan aplikasi ujian berbasis internet. Namun disisi lain tak dapat dipungkiri banyaknya pelajar mulai dari jenjang SD bahkan sampai jenjang perguruan tinggi mengalami kecanduan bermain game online. Permasalahan mengakses internet yang tidak terkendali pada diri remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya karena perkembangan remaja yang masih labil, ketidakmampuan mengendalikan kecanduan bermain game online menyebabkan siswa malas belajar sehingga prestasi akademik dan kualitas kesehatannya menurun. Untuk mengatasi hal tersebut sangat dibutuhkan peran bimbingan konseling Islami. Bimbingan konseling Islami dengan metode yang bersumber dari al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW seperti keteladanan Rasulullah SAW (modeling), conditioning, tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) dan tazkiyatun nuqud (penyucian pendapatan/ibadah sosial) dapat menjadi solusi dalam mengatasi kecanduan game online.

Abstract

Islamic guidance and counseling is an aid process activity that is given to individuals in understanding themselves to undergo the stage of development to become fully human as they have the potential according to Allah's instructions and the Sunnah of the Prophet. It is very clear that Islamic guidance and counseling is a process of guidance and counseling that is oriented to peace, the tranquility of human life in the world and in the hereafter. The attainment of peace (sakinah) is achieved through an effort to approach oneself to Allah to obtain His protection. Thus, it can be said that Islamic guidance and counseling contains spiritual aspects and material dimensions. One of the challenges in the era of industrial revolution 4.0 is the technological advances especially ICT with the advent of smartphones. The progress of this technology on the one hand helps in the world of education for example facilitating students and teachers to get reference to learning and the use of internet-based exam applications. But on the other hand, it cannot be denied that the number of students starting from elementary school even to college level is addicted to playing online games. The problem of uncontrolled access to the internet in adolescents is influenced by several factors, including because of the development of adolescents who are still unstable, the inability to control addiction to playing online games causes students to be lazy to learn so academic achievement and quality of health decreases. To overcome this, the role of Islamic counseling is urgently needed. Islamic counseling guidance with methods derived from the Qur'an and the Sunnah of the Prophet Muhammad, such as the example of the Prophet Muhammad (modeling), conditioning, tazkiyatun nufus (purification of the soul) and tazkiyatun nuqud (purification of income / social worship) can be a solution to overcome game addiction on line.

Keywords
Bimbingan Konseling Islam; Kecanduan Game Online; Metode Bimbingan
  1. Adz-Dzaky, M Hamdani Bakran, and Ahmad Norma-Permata. Psikoterapi & Konseling Islam: Penerapan Metode Sufistik. Fajar Pustaka Baru, 2001.
  2. Arifin, Isep Zainal. “Bimbingan Konseling Islam (Al-Irsyad Wa Al-Tawjîh Al-Islam) Berbasis Ilmu Dakwah.” Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies 4, no. 11 (2008): 27–42.
  3. Cavanagh, M E, and J E Levitov. The Counseling Experience: A Theoretical Approach. Illinois: Waveland Press, 2002.
  4. Dahlan, M D, and Dasar-Dasar Konseptual Penanganan Masalah-Masalah. “Bimbingan Dan Konseling Islami Di Bidang Pendidikan.” Yogyakarta: UII Press, 1987.
  5. Kamaluddin, H. “Bimbingan Dan Konseling Sekolah.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 17, no. 4 (2011): 447–54.
  6. Komarudin, K. “Mengungkap Landasan Filosofis Keilmuan Bimbingan Konseling Islam.” International Journal Ihya’’Ulum Al-Din 17, no. 2 (2017): 209–32.
  7. Laquey, Tracy. The User’s Directory of Computer Networks. Elsevier, 2014.
  8. Luddin, Abu Bakar M. Dasar Dasar Konseling. Perdana Publishing, 2010.
  9. Nursalim, Mochamad, and S A Suradi. Layanan Bimbingan Dan Konseling. Surabaya: Unipress, 2002.
  10. Rahim Faqih, Ainur. Bimbingan Konseling Islam. Yogyakarta: UII Press, 2004.
  11. Trisnani, Rischa Pramudia, and Silvia Yula Wardani. “Peran Konselor Sebaya Untuk Mereduksi Kecanduan Game Online Pada Anak.” Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi 2, no. 2 (n.d.): 71–80.
  12. Tumiyem, Tumiyem, and Dessy Nita Sembiring. “Program Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengurangi Kecanduan Game Online Oleh Siswa Kelas VIII SMP Melati Binjai Tahun Pelajaran 2017/2018.” Al-Irsyad 8, no. 1 (2018).
  13. Wiguna, Ganda Yogi, and Yohanes Kartika Herdiyanto. “Coping Pada Remaja Yang Kecanduan Bermain Game Online.” Jurnal Psikologi Udayana 5, no. 3 (2018): 669–78.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-07-24
Published: 2019-07-24
Section: Articles
Article Statistics: 3368 2976