Sanksi Tindak Pidana penghinaan Terhadap Kepala Negara Di Media Sosial Dalam Pasal 219 KUHP Perspektif hukum Pidana Islam

Authors

  • Yuliana Sari UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
  • Ali Khosim Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Deden Najmudin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.30863/ekspose.v24i1.10015

Keywords:

Penghinaan, Kepala Negara, KUHP, Hukum Pidana Islam

Abstract

Tindak pidana penghinaan terhadap Kepala Negara adalah tindak pidana yang menyerang kehormatan atau harkat dan martabat dapat berupa menista, fitnah, ataupun persangkaan palsu. Penghinaan terhadap Kepala Negara di media sosial menjadi isu hukum yang kontroversial. Karena banyak orang beranggapan hal tersebut merupakan salah satu bentuk kebebasan berpendapat. Oleh karena itu penelitian mengenai penghinaan terhadap kepala negara di media sosial sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan unsur-unsur tindak pidana, dan sanksi dari penghinaan terhadap Kepala Negara di media sosial dalam pasal 219 KUHP dan Hukum Pidana Islam, dan mengetahui dampak dan akibat hukum dari tindak pidana penghinaan Kepala Negara di media sosial. Metode yang dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dan melakukan pendekatan yuridis normatif dengan jenis pendekatan Undang-Undang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak pidana penghinaan kepala negara di media sosial dalam pasal 219 KUHP bukan bertujuan sebagai pembungkam aspirasi rakyat, walaupun ada kalimat yang menyebabkan multitafsir, dan dari segi sanksi dapat menimbulkan over-penalizing. Serta menurut hukum islam itu sendiri tindakan ini bukanlah tindakan yang di perbolehkan sehingga masuk kedalam kategori ta’zir. hal itu dilakukan untuk menghinadari dampak dari tindak pidana tersebut seperti gangguan stabilitas politik. 

References

Abidin, Z. (2021). Hukum dan media sosial: Etika, regulasi, dan tanggung jawab pengguna. Jakarta: Sinar Grafika.

Al Baihaqi, A. F. (2013). Alquran Alfatih Al-Khumairah. Jakarta: CV Alfatih Berkah Cipta.

Mustafa, A. B. (1994). Terjemahan Shahih Muslim Juz III. Kuala Lumpur: Victory Agencie.

Aprilianti, D., & Usman, U. (2024). Penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden dalam KUHP baru. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 5(2), 183–196. https://doi.org/10.22437/pampas.v5i2.33295

Atmadja, N. B. (2024). Etika tontonan edukatif dalam kesenian. Bali: Unhi Press.

Bakry, K., et al. (2024). Sistem politik Indonesia. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Basit, A., & Haryono, S. (2021). Analisis pengaruh stabilitas politik dan faktor ekonomi terhadap indeks harga saham gabungan. Jurnal Aplikasi Akuntansi, 5(2), 220–237. https://doi.org/10.29303/jaa.v5i2.96

Basri, R. (2019). Ushul fiqih 1. Pare Pare: IAIN Parepare Nusantara Press.

Cahyono, A. S. (2016). Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia. Jurnal Publiciana, 9(1).

Hiariej, E. O. S. (2020). Prinsip-prinsip hukum pidana (Edisi Revisi). Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Fadhilah, N., Arake, L., Nawawi, J., Sari, D. A., & Makkarateng, M. A. Y. (2025). Pembebasan Bersyarat bagi Pelaku Extraordinary Crime (Analisis Empiris dan Maqashid Syariah). Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, 24(1), 53-61.

Fazillah, N. (2023). Konsep kepemimpinan dalam perspektif Islam. Intelektualita, 12(1). https://doi.org/10.22373/ji.v12i1.19261

Hakim, M. L. (2019). Aplikasi konsep fiqh sosial KH. M.A. Sahal Mahfudh terhadap batas usia perkawinan. Islamic Review, 8(2), 207–234. https://doi.org/10.35878/islamicreview.v8i2.174

Handoko, P., & Farida, A. (2021). Menghujat Presiden: antara kebebasan berpendapat dan tindakan hate speech. Jurnal Indonesia Maju, 1(1), 65–79.

Haq, I. (2017). Jarimah terhadap kehormatan simbol-simbol negara. DIKTUM, 15(1), 11–25. https://doi.org/10.35905/diktum.v15i1.422

Hutomo, F. S. (2021). Pertanggungjawaban pidana pencemaran nama baik melalui media sosial. Jurnal Jurist Diction, 4(2).

Ilyas, A., & Haeranah. (2015). Hukum pidana materil & formil: Kesalahan dan pertanggungjawaban pidana. USAID–The Asia Foundation–Kemitraan Partnership.

Al-Mawardi, I., Fath, K., & Fathurrahman. (Penerj.). (2014). Ahkam Sulthaniyah: Sistem pemerintahan khilafah Islam. Jakarta: Qisthi Press.

Jazuli, M., & Ali, D. (2021). Perbandingan penghinaan kepala negara dalam KUHP dan UU ITE. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana, 5(1), 167–178.

KBBI. (2025). Harkat. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/harkat

KBBI. (2025). Kehormatan. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kehormatan

KBBI. (2025). Martabat. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/martabat

Koriahningsih, A. (2024). Problematika politik hukum penerapan kriminalisasi dalam KUHP baru. Jurnal Hukum Legalita, 6(2), 205–217. https://doi.org/10.47637/legalita.v6i2.1539

Komisi Penyiaran Indonesia. (2012). Pedoman perilaku penyiaran (P3) dan standar program siaran (SPS). Jakarta: KPI.

Kusuma Wardani, I. E. (2021). Kriminalisasi penghinaan presiden dalam RKUHP ditinjau dari hukum Islam dan konstitusi Indonesia (Skripsi, UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri, tidak dipublikasikan).

Lawan, E. C. G. (2019). Pasal hoax dalam UU No. 1 Tahun 1946. Lex Crimen, 8(5).

Lubis, E. A., & Sitepu, R. (2024). Penghinaan kepala negara dalam KUHP baru dan hukum Islam. As-Syar’i, 6(1), 636–656. https://doi.org/10.47467/as.v6i1.5437

Marpaung, L. (2021). Tindak pidana terhadap kehormatan. Jakarta: Sinar Grafika.

Mardiana, E. (2024). Tinjauan yuridis penyerangan harkat presiden. IBLAM Law Review, 4(3), 48–57. https://doi.org/10.52249/ilr.v4i3.450

Masri, A. (2010). Strategi visual. Yogyakarta: Jalasutra.

Maulana, W., & Mulyadi, M. (2021). Ujaran kebencian terhadap Jokowi. Jurnal Linguistik Komputasional, 4(1), 27–33.

Mawarti, S. (2018). Fenomena hate speech. Toleransi, 10(1), 83. https://doi.org/10.24014/trs.v10i1.5722

Mill, J. S. (2008). On liberty and other essays. London: Oxford University Press. https://www.gutenberg.org/ebooks/34901

Muladi, & Priyatno, D. (2015). Pertanggungjawaban pidana korporasi. Jakarta: Prenada Media Group.

Soemantri, R. H. (1990). Metodologi penelitian hukum dan jurimetri. Semarang: Ghala Indonesia.

Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R & D. Bandung: Universitas Komputer Indonesia.

Supriyono, B., Pawennei, M., & Djanggih, H. (2023). Kebijakan hukum pidana penghinaan presiden. Journal of Lex Philosophy, 4(2), 490–505.

Syamsidar, et al. (2023). Tantangan menjaga kebebasan berpendapat di era digital. Malang: Literasi Nusantara.

Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. (n.d.). Bab I, Pasal 145.

Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. (2023). Bab II, Pasal 219.

Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. (n.d.). Pasal 146.

Az-Zuhaili, W. (2014). Ensiklopedia akhlak Muslim. Jakarta: Mizan Publika.

Wahyuni, F. (2018). Hukum pidana Islam dalam pembaruan hukum pidana Indonesia. Tangerang: Nusantara Persada Utama.

Yazid, M. H., & Rumilah, S. (2023). Tindak tutur konstatif pada Rocky Gerung. Jurnal PBSI Undiksha, 13(4). https://doi.org/10.23887/jpbsi.v13i4.72154

Yunita, F. (2023). Aspek hukum penggunaan media sosial berbasis internet. Jurnal Notarius UMSU, 2(1), 121–132.

Downloads

Published

2025-08-01

Issue

Section

Articles