INTEGRASI NILAI AGAMA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN FORMAL DI INDONESIA: KAJIAN KONSEPTUAL DAN PRAKTIK DI LEMBAGA PENDIDIKAN
DOI:
https://doi.org/10.30863/attadib.v6i2.9321Keywords:
Curriculum, Religious Education, Islamic Boarding School, Madrasah, SchoolAbstract
This study analyzes the development of religious education curricula in three educational settings in Indonesia: Islamic boarding schools, schools, and madrasahs. The curriculum is positioned as a strategic instrument in shaping students’ religious character and adaptive capacity in facing contemporary challenges. This research employs a qualitative descriptive approach through a literature study to examine curriculum models, principles, and implementation strategies tailored to the characteristics of each institution. The findings indicate that Islamic boarding schools emphasize preserving classical Islamic scholarship, moral education, and spiritual formation. Schools integrate religious values into the national curriculum through modern pedagogical approaches, while madrasahs apply an integrated model that combines religious and general education with a greater focus on religious subjects. In addition, curriculum contextualization, digital integration, and the implementation of religious moderation values are identified as the main innovations and challenges. These results highlight that curriculum development in these three institutions significantly contributes to shaping a generation that is academically competent, morally grounded, and able to play a constructive role in society.
References
Abd. A’la. (2006). Revitalisasi pendidikan Islam: Studi terhadap pola pendidikan pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1).
Abdul Aziz. (2012). Turats dan pembaharuan pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Ahmad Sahal. (2003). Kritik nalar Islam Nusantara: Membaca Islam kontekstual di Indonesia. Yogyakarta: LKiS.
Anis, M. (2023). Implementasi nilai-nilai agama dalam pendidikan karakter siswa sekolah menengah. Jurnal Studi Pendidikan, 12(2), 100–115.
Azizah. (2020). Integrasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam mata pelajaran umum di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 5(1), 127.
Departemen Agama RI. (2009). Pedoman umum pendidikan madrasah. Jakarta: Dirjen Pendidikan Islam.
Direktorat KSKK Madrasah. (2021). Strategi pengembangan madrasah digital. Jakarta: Dirjen Pendis, Kemenag RI.
Elaine B. Johnson. (2002). Contextual teaching and learning: Menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikkan dan bermakna. Bandung: Mizan Learning Center.
Euis Nurlaelawati. (2016). Penguatan pendidikan agama Islam melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(2).
Hidayatullah, M. (2022). Integrasi kurikulum umum dan agama di pesantren: Tantangan dan prospek. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 14(1), 75–90.
Hidayah, H. W. (2022). “Model Integrasi Kurikulum” (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Taba, H. (1962). Curriculum development: Theory and practice. New York: Harcourt Brace & World.
Kamaruddin Amin. (2013). Integrasi ilmu dalam pendidikan Islam. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020a). Modul penguatan moderasi beragama untuk guru madrasah. Jakarta: Balitbang Kemenag.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020b). Pedoman implementasi kurikulum madrasah. Jakarta: Dirjen Pendis.
Khoiruddin Bashori. (2022). Transformasi digital dalam pengembangan kurikulum madrasah. Jurnal Pendidikan Islam Al-Tarbawi, 6(1).
Ma’arif, S. (2020). Transformasi pendidikan pesantren di era digital: Studi kasus pada pesantren berbasis teknologi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 150–165.
Masnur Muslich. (2011). Pendidikan karakter: Menjawab tantangan krisis multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa, E. (2014). Manajemen dan implementasi kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nata, Abudin. (1997) Filsafat Pendidikan Islam 1. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Nata, Abudin. (2012). Pendidikan Islam di era globalisasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Nur Hidayah. (2017). Kontekstualisasi kitab kuning dalam pembelajaran pesantren salafiyah. Jurnal Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2).
Sanjaya, W. (2008). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sri Wahyuni. (2021). Literasi keagamaan dalam pendidikan Islam di era digital. Jurnal Literasi Digital dan Humaniora, 4(2).
Suprihatin, S. (2017). Pendekatan Humanistik Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 3(1), 82. https://doi.org/10.24014/potensia.v3i1.3477
Syaiful Arif. (2021). Implementasi kurikulum terpadu di madrasah: Studi kasus di MAN Sidoarjo. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran Islam, 9(2).
Taufik, A. (2019). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam. AlMunadzomah, 1(2), 97–111.https://doi.org/10.51192/almunadzomah.v1i2.320
Tyler, R. W. (1949). Basic principles of curriculum and instruction. Chicago: University of Chicago Press.
Zainab, N. (2020). Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Analisis Model Kurikulum Rahmatan lil Alamin. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 168–183. https://doi.org/10.19105/tjpi.v15i2.4022
Zainuddin Maliki. (2004). Pendidikan agama dalam perspektif multikulturalisme. Yogyakarta: LKiS.
Zamakhsyari Dhofier. (1994). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kyai. Jakarta: LP3ES.
Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta: Kencana.
Zuhairini, dkk. (1995). Pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional. Jakarta: Bumi Aksara.
Zuhra, N. A., & Harahap, A. M. (2024). Dasar-Dasar Pendidikan Karakter Membangun Siswa Berakhlak Mulia. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(11).
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Enda Tomia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


