PENGUATAN GENDER DALAM PEMBELAJARAN HUMANIS

Authors

  • Munawarah Munawarah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

DOI:

https://doi.org/10.30863/an.v11i2.331

Abstract

Gender strengthening in the education process requires a structured effort that must begin by appreciating the inherent gender aspects of each community, both masculine and feminism. In this context, humanist education is an educational model that has a gender strengthening dimension.

References

Bagus, Lorens, Kamus Filsafat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996.

Echols, John dan Hasan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: Gramedia, 1983.

Fakih, Mansour, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.

Freire, Paulo, Pendidikan Kaum Tertindas, Yogyakarta: LP3ES, 1972.

Republik Indonesia, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, https://salamadian.com. (15 Juni 2018)

Sihontang, K., Paradigma Humanistk dalam Pendidikan, Jurnal Basis Vol.5 No.1.2002.

Smith, William A., Conscientizacao: Tujuan Pendidikan Paulo Freire, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Umar, Nasaruddin, Argumen Kesetaraan Gender Perspektif al-Qur’an, Jakarta: paramadina, 1999.

Yusuf, Muhammad, Pendidikan Humanis dan Aplikasinya pada Pendidikan Islam: Telaah atas Pemikiran Abdul Munir Mulkhan, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2007.

Zamroni, Pendidikan untuk Demokrasi: Tantangan menuju Civil Society, Yogyakarta: Bigraf Publishing, 2001.

Downloads

Published

2019-07-17

Issue

Section

Gender