PRILAKU MAJA TOMATOA DALAM KONFLIK RUMAH TANGGA MASYARAKAT BUGIS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Authors

  • Andi Sukaina Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia
  • Andi Syamsul Bahri Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia
  • Abul Khair Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30863/as-hki.v7i2.10712

Keywords:

Islamic Law; Maja Tomatoa; Household., Bugis Household; Islamic Law; Maja Tomatoa.

Abstract

This article discusses the Islamic legal perspective on the relationship between parents-in-law and children-in-law, as well as the factors causing conflict in household life, particularly in Arasoe Village, Cina District, Bone Regency. In Islamic law, a son-in-law becomes a mahram to his mother-in-law after a lawful marriage to her daughter, making marriage between them permanently forbidden even if the marriage later ends. Despite this mahram status, Islam emphasizes the importance of maintaining proper conduct, observing boundaries of modesty (aurat), and upholding politeness in interactions. A son-in-law is obliged to treat his parents-in-law with kindness as he would his own parents, and likewise, parents-in-law are encouraged to treat their children-in-law as their own children. This study also reveals factors contributing to conflicts between parents-in-law and children-in-law, including poor communication, economic problems, and work-related pressures that affect household harmony. Additionally, the concept of Maja Tomatoa in Bugis culture is understood as a satirical term referring to parents-in-law who excessively interfere in their children’s household affairs. Both Islam and Bugis culture emphasize that the role of parents should be that of wise advisors rather than controllers. Therefore, conflict resolution is expected to be achieved through mutual understanding, maintaining proper conduct, and upholding the values of Islamic teachings and local wisdom.

References

Achad Yulianta. “Tinjauan Hukum Islam Mengenai Keharmonisan Rumah Tangga akibat Istri enggan tinggal satu Rumah versama Orang tua (Suami)”. Skripsi, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung. 2023.

Adnan, Idul. “Influensi Serumah antara Menantu dengan Mertua terhadap Keharmonisan Keluarga Di Kecamatan Praya Barat Daya”. Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum, Vol. 6, No. 2 (2022).

Al-Nasaburi Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah al-hakim, mustadrak ‘ala al-Shahihair Juz V, h. 208, dalam “program al-Maktabah Al-Islamiyah”, Ver.2.2.1, https://www.islamweb.net/amp/ar/fatwa/503431/.

Arifuddin, Yadi Fahmi dan Arief Taupiqurrohman, “Kasus Campur Tangan Orang Tua dalam Rumah Tangga Anak yang Menikah Usia Muda di Desa Condong -Tasikamalaya : Suatu Tinjauan Hukum Islam”, Jurnal Kajian Hukum Keluarga, Vol. 2, No. 2 (2023), h. 55.

Bakir, Insiyah Abdul dan Maida Hafidz. “Konsep Kafa’ah sebagai Upaya Membangun Ketahanan Keluarga dalam Membentengi Campur Tangan Orang Tua/ Mertua” Jurnal Syariah dan Hukum Islam, Vol. 7, No. 2 (2022).

Fitroh, Siti Fadjryana. “Hubungan antara Kematangan Emosi dan Hardiness dengan Penyesuaian diri Menantu Perempuan yang Tinggal di Rumah Ibu Mertua”, Vol. 8. No.1, (2019).

Habawati, M. H., and M. H. Mustafa. "Penyelesaian Kewarisan To Manang Dalam Masyarakat Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone." AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan 4.1 (2022): 1-18.

Mesenu. Pendidikan Agama Islam Kontemporer. Cet I; Jawa Timur, 2024.

Milda Rahma. “Konflik Sosial Menantu yang Tinggal Serumah dengan Mertua (Studi Kasus di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru)”. Jurnal Pendidikan, Vol. 7, No. 2 (2019).

Mustopa, Fendi Bintang dan Sheila Fakhria. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Larangan Pernikahan adat Jawa”. Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 2, No. 1 (2019).

Rahmi Junita. “Campur Tangan Mertua dalam Kehidupan Rumah Tangga Anak di Desa Ranah Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar menurut Tinjauan Hukum Islam”. Skripsi, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasimriau, Riau. 2023.

Sarah Nurbaeti. “Dampak Menantu Perempuan yang Tinggal Satu Rumah bersama Mertua terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Hukum Islam”. Skripsi, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto, Purwokerto. 2024.

Utomo, Arif Budi dan Muhsan Syafaruddin, “Manajemen Konflik Antara Pasangan Suami Istri yang Tinggal Bersama Mertua dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis” Jurnal Cahaya Mandalika, Vol. 4, No. 1 (2023), h. 345.

Additional Files

Published

2025-12-16

How to Cite

Sukaina, A., Bahri, A. S., & Khair, A. (2025). PRILAKU MAJA TOMATOA DALAM KONFLIK RUMAH TANGGA MASYARAKAT BUGIS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM . AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam Dan Kemanusiaan, 7(2), 351–362. https://doi.org/10.30863/as-hki.v7i2.10712

Citation Check